GSHS6

Pagi ini cuaca sedikit mendung, awan kelabu berlomba-lomba menggelayuti langit, dan matahari pun sepertinya malu-malu menampakkan wajahnya. Rintik hujan gerimis terkadang berjatuhan satu per satu, namun per lahan dan tidak banyak. Di tengah udara sejuk dan semilir angin, di sebuah taman yang penuh bunga dan pepohonan, di atas hamparan rumput yang hijau, terlihat beberapa orang melakukan aktivitas dengan penuh semangat tanpa menghiraukan butiran air yang menyapa punggung-punggung mereka. Di sudut kiri, di depan sebuah bangunan tempat pembiakan tunas-tunas tanaman, ada yang memasang sound system. Di sudut lain, di bawah-bawah pohon yang rindang, beberapa orang sedang menggelar terpal untuk alas duduk, sebagian lagi membantu memasang tenda untuk nursery room sementara bagi ibu-ibu menyusui, dan beberapa ibu-ibu terlihat sedang menyiapkan media belajar untuk anak-anak dan balita. Ya benar, ini adalah sebagian kesibukan dari beberapa panitia penyelenggara Gebyar SunniHomeSchooling 2014 (GSHS) V yang diadakan di Taman Bunga, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada tanggal 11 Mei 2014 lalu.

Gebyar SunniHomeSchooling adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Grup Sunnihomeschooling, yang kegiatannya berfokus pada sharing sesama penggiat homeschool, permainan-permainan anak, lomba-lomba, Pameran Karya Anak, aneka door prize dan lain-lain. GSHS kali ini adalah yang kelima sejak grup SunniHomeSchooling dibentuk.

Di hadiri oleh lebih dari 30 keluarga, acara ini terbagi menjadi 4 spot yang saling terpisah. Spot pertama, Spot Sharing Bapak-Bapak, dimana seluruh bapak-bapak berkumpul membentuk lingkaran, kemudian berbagi metode pembelajaran pada seluruh bapak-bapak lain yang hadir. Spot kedua, adalah Spot Sharing Ibu-ibu, yaitu tempat para ibu berbagi kisah indah mereka dalam mendidik anak-anak di rumah. Spot ketiga adalah spot aktivitas anak-anak. Sedangkan tak jauh dari Spot ibu-ibu, ada spot untuk Balita bermain. Dan di bagian tengah, dikhususkan untuk lokasi pameran karya Anak.

Berlokasi di sebelah danau yang di kelilingi oleh perdu hijau dan aneka tanaman bunga, dan berhadapan dengan wahana bermain anak, spot para bapak terpisah lebih jauh dari spot yang lainnya. Sessi ini dipandu oleh Abu Maryam, seorang praktisi homeschooling yang bermukim di Cilegon. Pada Sessi ini, dihadirkan seorang bapak yang bernama Abu Iffah Darmono, berasal dari Karawang, yang memiliki 2 anak penghafal Al Qur’an, yaitu Iffah yang hafal Al Qur’an pada usia 8 tahun dan Ahsan yang hafal Al Qur’an pada usia 6 tahun.

Pada Sharing bapak-bapak, pembahasan dititikberatkan pada kendala dalam penerapan HomeSchooling. Yaitu, dalam masalah pembagian waktu, komitmen untuk tetap konsisten menjalani homeschooling, penerapan kurikulum yang sesuai untuk anak dan metode pengajaran yang cocok diterapkan di dalam rumah. Yang pertama, untuk masalah waktu, dibutuhkan kerja sama yang baik antara ayah dan ibu, seperti yang dijalani oleh Abu Iffah dan Ummu Iffah, yang berbagi tugas dalam mengajarkan anak-anaknya. Pada pagi hari, ketika Ummu Iffah menyiapkan sarapan untuk keluarga, maka Abu Iffah yang membimbing anak-anaknya menghafal Al Qur’an sebelum beliau berangkat kerja, kemudian pada sore/malam hari maka Ummu Iffah yang gantian mengajari anak-anaknya. Yang kedua, dalam masalah komitmen agar tetap konsisten dalam menjalani homeschooling adalah diperlukannya sebuah wadah atau komunitas, agar para praktisi saling memberi nasehat dan saling memotivasi satu sama lain. Untuk penerapan kurikulum dan metode pembelajaran yang cocok untuk anak , maka orang tua harus pandai-pandai mencari kemampuan dan minat anak, apakah kognitif atau karakter, serta mengaplikasikan pendidikan karakter sesuai dengan usianya.

GSHSIkhwan

Abu Iffah juga diminta untuk berbagi tips dan trik dalam mengajarkan anaknya menghafal Al Qur’an. Berikut catatan dari Abu Sumayyah : Sesuai pengalaman beliau, pada awalnya beliau mencoba metode menghafal Al Qur’an pada anaknya dengan cara diulang-ulang, ternyata menjemukan. Kemudian beliau coba lagi dengan cara menyuruh anak-anak untuk menulis ayat, namun ternyata mereka jemu juga. Akhirnya beliau membeli VCD Murottal Syaikh Ghamidi, yang sebenarnya untuk hafalan ummu iffah, namun ketika anak-anak menonton film kartun, volume suara dimatikan, di ganti dengan suara murottal, ternyata anak menyerapnya dengan cepat. Setelah itu Abu Iffah dengan konsisten menyusun kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Menulis ayat besar-besar di tembok
2. Talaqqi tetap ada, awalnya di paksa, lama-lama terbiasa bahkan terasa tidak enak bila tidak muraja’ah. Otak anak perlu pembiasaan.
3. Mendengarkan murottal sambil melihat Mushaf, intensif ketika umur 5 tahun
4. Membuat 4 track per juz per VCD.
5. Penghafalan dilakukan setelah sholat Shubuh dari hari Senin – Jum’at, Jum’at siang setor Hafalan dan muraja’ah hafalan sebelumnya. Bisa fleksibel, kadang setoran hari Kamis.
6. Membuat record mana saja yang sudah di hafal.
7. Tulis di Qur’annya catatan-catatan, kalau sudah benar di hapus.
8. Komunikasi dengan anak, juz mana yang akan di muraja’ah.
9. Menggunakan Qawaidh Baghdadiyyah.
10. Ada Reward, setelah setoran boleh meminta apa saja, tapi jangan sering-sering supaya istimewa.
11. Mengatasi mood anak, muraja’ah dengan tetangga, di ajak ke taman.
12. Punishment : misalkan karena tidak muraja’ah maka akan dimarahi atau ngutang muraja’ah dan jangan dipaksa bila anak sedang tidak mood.
13. Hari Ahad libur total dengan syarat tidak ada hutang muraja’ah. Main game sebagai reward.
14. Motivasi orang tua : Mengajar anak supaya mendapat pahala.
15. Buat juga jadwal untuk pelajaran-pelajaran lain.

Sharing bapak-bapak di tutup dengan menge-tes hafalan Ahsan, yaitu para bapak membacakan sebuah ayat, kemudian Ahsan diminta melanjutkan dan menyebutkan ada di surat apa dan juz berapa ayat tersebut. Sebuah sharing yang bermanfaat masya Allaah.

Beralih ke spot Sharing ibu-ibu, yang bertempat di bawah pohon rindang bersebelahan dengan bangunan semi permanen tempat pembiakan khusus tanaman yang tidak memerlukan sinar matahari penuh, para ibu pun terlihat begitu antusias mengikuti materi yang dibawa oleh Ibu Riva Umm Farhana dan Ibu Rieska Umm Fauzan. Pada sharing ibu-ibu, dititikberatkan pada metode pengenalan ‘underwear rule’ pada anak. Di antaranya, mengenalkan anggota tubuh termasuk kemaluan sejak bayi, misalnya ketika memandikan bayi, ajaklah si bayi berbicara seperti : Ummi ingin membasuh kepala kamu yah nak, atau Rambutnya bagus yah, nanti akan tumbuh rambut di bagian tubuh lain ketika kamu sudah besar (di ketiak dan di kemaluan). Kemudian, jangan menggunakan istilah-istilah lain dalam menyebut kemaluan, seperti ‘dompet’, ‘pipit’ untuk perempuan atau ‘burung’ untuk laki-laki, tetapi katakan kalau dalam bahasa arab, ini adalah farji namanya, intinya jangan menggunakan sebutan-sebutan. Ajarkan juga kepada anak tentang sentuhan-sentuhan yang dibolehkan, meragukan dan terlarang. Lalu, jangan mandikan anak laki-laki dan anak perempuan bersamaan. Dan ketika si anak mulai memasuki masa baligh, hendaknya para orang tua mengajarkan anak-anaknya, anak laki-laki diajari oleh bapaknya mengenai mimpi basah dan para ibu mengajari anak-anaknya tentang haid, jangan sampai terlambat mengajari anak dari bersuci. Dan ingatkan anak agar selalu gadhul bashar (menundukkan pandangan). Diselingi canda dan obrolan ringan, sharing ibu-ibu terlihat sangat dekat dan kekeluargaan. Ibu-ibu terlihat nyaman saling berbagi pengalaman.

GSHS5

Yang ketiga adalah spot favoritnya anak-anak, yaitu spot permainan dan lomba anak yang di asuh oleh Kak Wasid dari Wesal TV. Ketika anak-anak menjejakkan kaki di Taman Bunga, mereka langsung di giring ke spot ini lalu mengerjakan kolase flanel pada gambar strawberry. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti semua petunjuk yang di arahkan oleh Kak Wasid. Apalagi ketika anak-anak di minta membuat menara dari gelas plastik lalu tiba-tiba gelas plastiknya berjatuhan… wahhh, seru banget. Anak-anak juga terlihat gembira ketika diminta melakukan permainan melempar bola menggunakan cup plastik, saling berlomba melempar yang terjauh… Permainan menarik lainnya adalah mengupas dan makan buah, kemudian melakukan estafet mengambil makaroni menggunakan sumpit, betapa sumringahnya mereka tertawa setiap kali makaroninya terjatuh. Setelah itu anak-anak membuat balon yang diberi kertas krep menjuntai, kemudian diterbangkan seperti ubur-ubur, pokoknya seru! Sessi terakhir dari permainan anak adalah pembagian hadiah lomba dan souvenir dari Wesal TV.

GSHS9

GSHS1

GSHS7

GSHS16

GSHS13

GSHS12

GSHS11

Spot yang terakhir adalah Spot untuk Balita yang di asuh oleh Kak Ary Umm Abbas dan Kak Lilis Umm Aliyyah. Anak-anak diminta untuk mewarnai gambar helikopter lucu, kemudian bermain mencocokkan gambar buah-buahan, sayur dan kue. Terlihat mereka saling rebutan untuk memasangkan gambar, masya Allaah anak-anak yang cerdas! Kemudian mereka di minta untuk menyusun balok-balok dari karton warna warni sesuai dengan warna yang sama, betapa senangnya mereka melakukan permainan ini sampai-sampai mereka tak mau berhenti. Setelah itu anak-anak bermain kolase dengan menempelkan kertas origami. Dan yang paling berkesan adalah, mereka harus menyetor hafalan doa dan surat-surat pendek kemudian mendapatkan sebatang coklat lucu… mmhh, yummmy!!

GSHS17

Di tengah-tengah spot-spot tersebut, dijadikan lokasi Pameran karya anak. Ada yang berupa lukisan, hasil mewarnai, kaligrafi, tempat pensil, rumah-rumahan, tirai daur ulang, dll. Masya Allaah, anak-anak yang hebat!

GSHS14

GSHS8

GSHS2

GSHS3

Gebyar SunniHomeSchooling (GSHS) V kali ini benar-benar meriah, sangat istimewa dan begitu membekas di hati seluruh para peserta. Alhamdulillaah diberi kelancaran oleh Allaah. Jazakumullaahu Khayr kepada seluruh panitia penyelenggara dan para peserta yang begitu antusias mengikuti GSHS hingga akhir yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu. Dan tidak lupa ucapan terimakasih kepada para orang tua yang membawa makanan yang lezat dan minuman untuk dikonsumsi bersama, barakallaahu fii kum. Yuk kita berdoa semoga kelak bisa diselenggarakan GSHS VI yang lebih meriah dan lebih menarik lagi..

GSHS15

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.